Kepingin Investasi Saham? Berikut 9 Teorinya

Topik kita sekarang adalah Kepingin Investasi Saham? Berikut 9 Teorinya. Membeli atau memasarkan saham ada teorinya. Tentunya Anda tidak dapat sembarangan membeli lalu menjualnya demikian itu saja kalau memang berkeinginan menerima profit yang maksimal. Walaupun hasil analisa laporan keuangan memperlihatkan rasio yang bagus, konsisten saja terdapat kemungkinan seorang pemberi modal kalah dalam transaksi jual beli saham hal yang demikian.

Kepingin  Investasi Saham? Berikut 9 Teorinya

Kepingin Investasi Saham? Berikut 9 Teorinya

Kenapa hal seperti ini bisa terjadi? Jawabannya sebab permainan saham memiliki beraneka teori tersendiri dan setiap pemberi modal mesti mengetahui seni berinvestasi. Ada banyak teori permainan saham dan sebagian di antaranya akan dijelaskan di bawah ini.

1. One Day Trading

One day trading sering kali juga disebut investasi dalam satu hari, ialah pagi (bursa dibuka) membeli dan sorenya (bursa ditutup) dipasarkan kembali. Dapat juga pagi menjual petang dibeli. Mereka yang percaya akan teori ini berkeyakinan bahwa bursa saham haruslah senantiasa hidup dan untuk ini tiap hari patut senantiasa terjadi transaksi. Kenyataannya, dalam jangka waktu 360 hari, bisa terjadi ada hari-hari di mana di bursa tidak terjadi transaksi.

Kepingin Investasi Saham? Berikut 9 Teorinya

Seandainya hal ini terjadi mereka percaya akan ada usaha dari pihak-pihak tertentu, terpenting mereka yang menggantungkan hidupnya dari kesibukan bursa, untuk menjalankan transaksi. Transaksi-transaksi inilah yang diincar sebab transaksi seperti ini dilihat sebagai transaksi yang menguntungkan (sengaja diizinkan rugi oleh pihak berkepentingan dengan tujuan agar bursa senantiasa tampak hidup). Poin transaksi ini katanya betul-betul kecil, umumnya kepada saham-saham emiten kelas kecil. Namanya juga teori, Anda boleh percaya atau tak.

Ada juga pemberi modal yang menyebut one day trading sebagai wujud investasi tanpa modal. Mungkin sebab waktunya yang singkat hal itu membuat investasi hal yang demikian memakai dana-dana pinjaman yang akan dikembalikan hari itu juga. Jadi pemodal berinvestasi tanpa modal pribadi.

Kepingin Investasi Saham? Berikut 9 Teorinya

2. Weekly Trading

Sama seperti one day trading, weekly trading ialah investasi ala short moment (singkat), yakni hanya satu minggu. Senin – Selasa membeli atau memasarkan kemudian Kamis – Jumat sebaliknya. Tenggang waktu di antaranya (Rabu) dipergunakan untuk pemantauan dan analitik . Mereka yang menerapkan teori ini percaya bahwa hari-hari di awal pekan khususnya pekan I dan II di permulaan bulan sebagai hari di mana beberapa investor sedang mempunyai banyak dana segar (berada pada situasi in). Otomatis dananya pasti akan diinvestasikan meskipun belum tentu menjanjikan.

Anda pasti ingat adanya sekelompok pemberi modal yang ketagihan transaksi layaknya main judi. Sebaliknya di akhir pekan (weekend) beberapa besar benar-benar memerlukan uang entah untuk kebutuhan keluarga atau lainnya sehingga banyak yang rela melepas sahamnya sedangkan rugi. Investasi-investasi seperti inilah yang selalu diincar investor weekly trading.

Kepingin Investasi Saham? Berikut 9 Teorinya

3. Buy on Rumors, Sell on News

Inilah salah satu teori klasik dari Wall Street, merupakan belilah saham saat terdengar rumors dan lepaslah saham tersebut seperti itu ada informasi (news) baik di media cetak ataupun elektronik. Mereka yang percaya teori ini selalu berkeyakinan bahwa harga saham cenderung lebih fluktuatif karena adanya rumors dibanding dengan adanya informasi di media massa. Oleh karena itu masa-masa fluktuatif tersebutlah peluang bagi pemodal untuk menarik sebanyak mungkin keuntungan karena harganya pasti melonjak.

Satu lagi yang selalu diyakini investor pemburu rumors, yaitu bahwa rata-rata wartawan/reporter media massa memiliki kecenderungan untuk memberitakan hal-hal yang negatif, info-informasi yang berpengaruh buruk. Entah supaya tampak objektif di mata mayarakat atau memang fungsinya yang sebagai alat penyeimbang dan pengontrol sosial, sehingga mewajibkan media massa mengerjakan sekalian menginformasikan investigative news. Lihat saja informasi negatif justru membikin tiras beberapa media massa naik, seperti info mengenai skandal KKN, seks, kecelakaan dan masih banyak lagi model konkritnya.

Kepingin Investasi Saham? Berikut 9 Teorinya

Sekiranya Anda berharap menggunakan teori ini karenanya ada baiknya Anda melakukan transaksi short moment. Artinya saham yang dibeli karena rumors tersebut jangan dibatasi terlalu lama padahal harganya terus melonjak karena dapat jadi Anda sedang terjebak oleh permainan big player yang paling piawai meniupkan rumors. Tanpa Anda disadari mereka ini dapat segera melaksanakan aksi balik sehingga tiba-tiba saham tersebut turun drastis.

4. Cornering

Cornering terkait erat dengan adanya praktek short selling. Ketika seorang pemberi modal sedang menjalankan short selling dan tidak mampu menemukan saham untuk dikembalikan kepada pemilik mulanya karenanya si investor terancam risiko yang betul-betul fatal, contohnya pailit. Bisa saja ini imbas permainan pialang, emiten maupun pemberi modal sendiri. Karena alasan inilah praktek short selling dilarang, alasannya untuk mencegah investor mengalami kemungkinan buruk tersebut.

Kepingin Investasi Saham? Berikut 9 Teorinya

Kali juga orang mengidentikkan cornering dengan usaha sekelompok pemberi modal (emiten?) untuk mempermainkan harga dengan membeli sahamnya sendiri sambil menaikkan harganya pelan-lahan. Ketika minat masyarakat atas saham hal yang demikian telah tinggi si pemodal lantas melepas sahamnya sehingga mendapatkan profit yang tinggi. Agar tak kentara, umumnya untuk pembelian dan penjualan ini menggunakan banyak jasa pialang atau membeli atas nama banyak pemberi modal. Di Indonesia praktek cornering ini kerap disebut juga usaha ‘menggoreng’ saham (fried stocks).

5. Wash Sale

Wash sale yaitu transaksi-transaksi palsu yang sengaja diwujudkan untuk menipu pasar. Palsu di sini artinya benar-benar tidak ada transaksi tapi dikatakan telah terjadi transaksi yang mengakibatkan calon pemodal tertipu. Ya, mirip usaha pengembang real estate yang mengatakah produknya sudah terjual sekian unit, walaupun belum terjual sama sekali. Tujuannya selain menaikkan citra, lazimnya yaitu taktik menggaet keuntungan dari investor.

Kepingin Investasi Saham? Berikut 9 Teorinya

6. Insider Trading

Insider trading adalah transaksi saham karena adanya informasi yang diberi tahu oleh orang dalam perusahaan, contohnya dewan direksi. Dianggap melanggar kode etik sebab dengan adanya info tersebut tentunya pihak pertama sudah pasti akan menarik profit dengan membeli saham perusahaan hal yang demikian secara khusus dulu.

7. Churning

Transaksi yang terjadi secara berlebihan yang mengakibatkan pemberi modal patut membayar fee yang sebetulnya tak perlu. Karena telah dikenal bahwa perusahaan pialang hidup dari fee yang dibayarkan terhadap mereka. Karena itu seringkali pialang memanfaatkan kebodohan pemodal dengan menganjurkannya atau merekomendasikannya melakukan banyak transaksi, terlebih mereka yang keranjingan transaksi bagaikan keranjingan judi. Namun calon pemberi modal sebaiknya waspada.

Kepingin Investasi Saham? Berikut 9 Teorinya

8. Cross Trading

Anda tak pernah tahu siapa yang menjadi lawan Anda dalam transaksi saham. Seandainya berjaga-jagalah jangan sampai lawan Anda yaitu pialang Anda sendiri. Seandainya pialang Anda sendiri adalah lawan Anda maka sudah pasti Anda akan kalah sebab mereka sudah mengambil langkah awal. Sebab pialang mendapatkan profit ganda, yakni fee dan capital gain. Inilah yang disebut cross trading. Sebab itu carilah pialang yang benar-benar profesional.

9. Front Trading

Pialang Anda sudah menjalankan langkah penyesuaian harga secara khusus dulu kemudian menganjurkan terhadap Anda untuk melakukan transaksi. Dengan demikian mereka menarik profit dari transaksi yang Anda lakukan. Sama seperti cross trading, dalam front trading ini pialang mendapatkan profit ganda, adalah fee dan capital gain.

Kepingin Investasi Saham? Berikut 9 Teorinya

Taktik teori-teori permainan saham di atas, masih ada juga teori yang lain merupakan :

  • Beli Murah, Jual Mahal: Membeli saham ketika harga murah lalu jual saat harga tinggi dalam selisih harga tersebut yakni profit. Selisih harga hal yang demikian sering kali disebut sebagai capital gain (keuntungan) atau capital loss(kerugian).
  • Beli Mahal, Jual Lebih Mahal: Ketika dari teori ini merupakan jangan terburu-buru memasarkan saham hal yang demikian ada pantasnya saham tetap di pegang hingga harga saham naik hingga melebihi harga pembelian dan sesudah melebihi kemudian kencang kencang memasarkannya.

Kepingin Investasi Saham? Berikut 9 Teorinya

  • Beli Ketika Harga Akan Naik, Jual Ketika Harga Akan Turun: Banyak analisis memberi rekomendasi bahwa dikala terbaik berinvestasi saham adalah masa awal. Sedangkan masa kedewasaan merupakan masa dimana harga saham hal yang demikian sudah menempuh spot optimal. Istilahnya pada masa ini saham tersebut persentasenya untuk menciptakan profit (capital gain sungguh-sungguh kecil).
  • Arbitrate Selling: Transaksi arbirate selling atau dual listing disini adalah transaksi jual beli saham perusahaan-perusahaan yang mencantumkan sahamnya di dua bursa atau lebih, merupakan bursa lokal dan bursa luar negeri.
  • Short Selling: Short selling dapat terjadi bila ada kesepakatan bagus antara dua pemberi modal atau lebih atau antara pialang dengan investor. Kesepakatan inilah yang memungkinkan pemodal tersebut meminjam saham untuk ditransaksikan.

Sekian info terkait dengan Kepingin Investasi Saham? Berikut 9 Teorinya, kami harap artikel ini berguna buat kalian. Mohon artikel ini dibagikan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Updated: Januari 1, 2020 — 09:21

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *