Mengenal 9 Teori Saham Pemula? Kenapa Enggak!

Di postingan ini kami akan ulas mengenai Mengenal 9 Teori Saham Pemula? Kenapa Enggak!. Membeli atau menjual saham ada teorinya. Tentunya Anda tidak dapat sembarangan membeli lalu memasarkannya begitu saja seandainya memang mau menerima profit yang optimal. Sedangkan hasil analitik laporan keuangan menonjolkan rasio yang bagus, konsisten saja terdapat kemungkinan seorang pemberi modal kalah dalam transaksi jual beli saham tersebut.

Mengenal 9 Teori      Saham  Pemula? Kenapa Enggak!

Mengenal 9 Teori Saham Pemula? Kenapa Enggak!

Kenapa hal seperti ini dapat terjadi? Jawabannya sebab permainan saham memiliki bermacam teori tersendiri dan tiap investor mesti mengenal seni berinvestasi. Ada banyak teori permainan saham dan beberapa di antaranya akan dibuktikan di bawah ini.

1. One Day Trading

One day trading tak jarang juga disebut investasi dalam satu hari, merupakan pagi (bursa dibuka) membeli dan sorenya (bursa ditutup) dijual kembali. Dapat juga pagi menjual petang dibeli. Mereka yang percaya akan teori ini berkeyakinan bahwa bursa saham haruslah selalu hidup dan untuk ini setiap hari patut selalu terjadi transaksi. Kenyataannya, dalam rentang waktu 360 hari, bisa terjadi ada hari-hari di mana di bursa tidak terjadi transaksi.

Mengenal 9 Teori Saham Pemula? Kenapa Enggak!

Jikalau hal ini terjadi mereka percaya akan ada usaha dari pihak-pihak tertentu, terutama mereka yang menggantungkan hidupnya dari kegiatan bursa, untuk mengerjakan transaksi. Transaksi-transaksi inilah yang diincar karena transaksi seperti ini diperhatikan sebagai transaksi yang menguntungkan (sengaja diperbolehkan rugi oleh pihak berkepentingan dengan tujuan agar bursa selalu menonjol hidup). Nilai transaksi ini katanya amat kecil, biasanya terhadap saham-saham emiten kelas kecil. Namanya juga teori, Anda boleh percaya atau tidak.

Ada juga investor yang menyebut one day trading sebagai format investasi tanpa modal. Mungkin sebab waktunya yang singkat hal itu membikin investasi hal yang demikian menggunakan dana-dana pinjaman yang akan dikembalikan hari itu juga. Jadi pemberi modal berinvestasi tanpa modal pribadi.

Mengenal 9 Teori Saham Pemula? Kenapa Enggak!

2. Weekly Trading

Sama seperti one day trading, weekly trading yakni investasi ala short moment (singkat), yaitu cuma satu minggu. Senin – Selasa membeli atau memasarkan kemudian Kamis – Jumat sebaliknya. Tenggang waktu di antaranya (Rabu) dipergunakan untuk pemantauan dan analisis. Mereka yang memakai teori ini percaya bahwa hari-hari di permulaan minggu terutama minggu I dan II di permulaan bulan sebagai hari di mana beberapa pemodal sedang memiliki banyak dana segar (berada pada kondisi in). Otomatis dananya pasti akan diinvestasikan walaupun belum tentu menjanjikan.

Anda pasti ingat adanya sekelompok investor yang ketagihan transaksi layaknya main judi. Sebaliknya di akhir minggu (weekend) sebagian besar benar-benar memerlukan uang entah untuk keperluan keluarga atau lainnya sehingga banyak yang rela melepas sahamnya padahal rugi. Investasi-investasi seperti inilah yang senantiasa diincar pemodal weekly trading.

Mengenal 9 Teori Saham Pemula? Kenapa Enggak!

3. Buy on Rumors, Sell on News

Inilah salah satu teori klasik dari Wall Street, ialah belilah saham saat terdengar rumors dan lepaslah saham tersebut begitu ada informasi (news) baik di media cetak ataupun elektronik. Mereka yang percaya teori ini senantiasa berkeyakinan bahwa harga saham cenderung lebih fluktuatif sebab adanya rumors dibanding dengan adanya berita di media massa. Oleh sebab itu masa-masa fluktuatif tersebutlah kesempatan bagi pemberi modal untuk menarik sebanyak mungkin keuntungan karena harganya pasti melonjak.

Satu lagi yang selalu diyakini investor pemburu rumors, ialah bahwa rata-rata wartawan/reporter media massa memiliki kecenderungan untuk mengabarkan hal-hal yang negatif, informasi-isu yang berakibat buruk. Entah agar nampak objektif di mata mayarakat atau memang fungsinya yang sebagai alat penyeimbang dan pengontrol sosial, sehingga mewajibkan media massa melakukan sekalian mengabarkan investigative news. Lihat saja kabar negatif justru membikin tiras sebagian media massa naik, seperti informasi mengenai skandal KKN, seks, kecelakaan dan masih banyak lagi figur konkritnya.

Mengenal 9 Teori Saham Pemula? Kenapa Enggak!

Seandainya Anda mau menggunakan teori ini maka ada pantasnya Anda mengerjakan transaksi short moment. Artinya saham yang dibeli sebab rumors tersebut jangan dibatasi terlalu lama sedangkan harganya terus melonjak karena dapat jadi Anda sedang terjebak oleh permainan big player yang paling terampil meniupkan rumors. Tanpa Anda disadari mereka ini dapat seketika menjalankan aksi balik sehingga tiba-tiba saham tersebut turun drastis.

4. Cornering

Cornering berkaitan erat dengan adanya praktek short selling. Dikala seorang investor sedang melakukan short selling dan tidak kapabel menemukan saham untuk dikembalikan terhadap pemilik mulanya karenanya si investor terancam risiko yang sangat fatal, misalnya gulung tikar. Bisa saja ini dampak permainan pialang, emiten ataupun investor sendiri. Karena alasan inilah praktek short selling dilarang, alasannya untuk mencegah pemberi modal mengalami kemungkinan buruk tersebut.

Mengenal 9 Teori Saham Pemula? Kenapa Enggak!

Kali juga orang mengidentikkan cornering dengan usaha sekelompok investor (emiten?) untuk mempermainkan harga dengan membeli sahamnya sendiri sambil menaikkan harganya pelan-lahan. Saat atensi masyarakat atas saham hal yang demikian sudah tinggi si investor segera melepas sahamnya sehingga memperoleh profit yang tinggi. Agar tidak kentara, umumnya untuk pembelian dan penjualan ini menggunakan banyak jasa pialang atau membeli atas nama banyak investor. Di Indonesia praktek cornering ini tak jarang disebut juga usaha ‘menggoreng’ saham (fried stocks).

5. Wash Sale

Wash sale ialah transaksi-transaksi palsu yang sengaja dibuat untuk membohongi pasar. Palsu di sini artinya benar-benar tak ada transaksi namun dikatakan sudah terjadi transaksi yang mengakibatkan calon pemodal tertipu. Ya, mirip usaha pengembang real estate yang mengatakah produknya telah terjual sekian unit, meski belum terjual sama sekali. Tujuannya selain menaikkan citra, lazimnya yaitu taktik menggaet profit dari pemodal.

Mengenal 9 Teori Saham Pemula? Kenapa Enggak!

6. Insider Trading

Insider trading merupakan transaksi saham sebab adanya info yang diberi tahu oleh orang dalam perusahaan, misalnya dewan direksi. Dianggap melanggar kode etik karena dengan adanya info hal yang demikian tentunya pihak pertama sudah pasti akan menarik profit dengan membeli saham perusahaan hal yang demikian terpenting dahulu.

7. Churning

Transaksi yang terjadi secara berlebihan yang mengakibatkan pemberi modal seharusnya membayar fee yang sebetulnya tidak perlu. Karena sudah diketahui bahwa perusahaan pialang hidup dari fee yang dibayarkan kepada mereka. Sebab itu seringkali pialang memanfaatkan kebodohan pemberi modal dengan menyarankannya atau merekomendasikannya mengerjakan banyak transaksi, terutama mereka yang keranjingan transaksi bagaikan keranjingan judi. Namun calon pemberi modal sebaiknya waspada.

Mengenal 9 Teori Saham Pemula? Kenapa Enggak!

8. Cross Trading

Anda tidak pernah tahu siapa yang menjadi lawan Anda dalam transaksi saham. Apabila berjaga-jagalah jangan hingga lawan Anda merupakan pialang Anda sendiri. Bila pialang Anda sendiri ialah lawan Anda maka sudah pasti Anda akan kalah karena mereka sudah mengambil langkah permulaan. Karena pialang menerima profit ganda, adalah fee dan capital gain. Inilah yang disebut cross trading. Karena itu carilah pialang yang benar-benar profesional.

9. Front Trading

Pialang Anda telah mengerjakan langkah penyesuaian harga terpenting dulu kemudian memberi saran kepada Anda untuk menjalankan transaksi. Dengan demikian mereka menarik profit dari transaksi yang Anda lakukan. Sama seperti cross trading, dalam front trading ini pialang menerima keuntungan ganda, yaitu fee dan capital gain.

Mengenal 9 Teori Saham Pemula? Kenapa Enggak!

Taktik teori-teori permainan saham di atas, masih ada juga teori yang lain yakni :

  • Beli Murah, Jual Mahal: Membeli saham dikala harga murah lalu jual saat harga tinggi dalam selisih harga tersebut yaitu profit. Selisih harga tersebut sering disebut sebagai capital gain (keuntungan) atau capital loss(kerugian).
  • Beli Mahal, Jual Lebih Mahal: Saat dari teori ini merupakan jangan terburu-buru memasarkan saham tersebut ada bagusnya saham konsisten di pegang sampai harga saham naik hingga melebihi harga pembelian dan setelah melebihi kemudian pesat cepat menjualnya.

Mengenal 9 Teori Saham Pemula? Kenapa Enggak!

  • Beli Dikala Harga Akan Naik, Jual Dikala Harga Akan Turun: Banyak analisa memberi rekomendasi bahwa ketika terbaik berinvestasi saham merupakan masa permulaan. Sedangkan masa kedewasaan yakni masa dimana harga saham tersebut sudah menempuh spot optimal. Istilahnya pada masa ini saham tersebut persentasenya untuk menciptakan keuntungan (capital gain sangat kecil).
  • Arbitrate Selling: Transaksi arbirate selling atau dual listing disini ialah transaksi jual beli saham perusahaan-perusahaan yang mencantumkan sahamnya di dua bursa atau lebih, ialah bursa lokal dan bursa luar negeri.
  • Short Selling: Short selling bisa terjadi jikalau ada kesepakatan baik antara dua investor atau lebih atau antara pialang dengan pemberi modal. Kesepakatan inilah yang memungkinkan pemberi modal hal yang demikian meminjam saham untuk ditransaksikan.

Sekian info berkaitan dengan Mengenal 9 Teori Saham Pemula? Kenapa Enggak!, kami harap post ini membantu teman-teman semua. Tolong artikel ini diviralkan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Updated: Juli 7, 2018 — 23:35

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *